Sabtu, 27 Oktober 2012

DAFTAR CEDERA Liga Primer Inggris 2012/13

Liga Primer Inggris
Arsenal
Arsenal
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Alex Oxlade-ChamberlainPaha27 Oktober 2012
Lukasz FabianskiPergelangan kaki13 Januari 2013
Theo WalcottPunggung3 November 2012
Kieran GibbsPaha3 November 2012
Abou DiabyOtot Paha3 November 2012
Wojciech SzczesnyKaki3 November 2012
Tomas RosickyBetis3 November 2012
Aston Villa
Aston Villa
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Gary GardnerLututMei 2013
Richard DunneKunci pahaBelum diketahui
Ciaran ClarkLutut27 Oktober 2012
Stilian PetrovLeukemiaBelum diketahui
Nathan BakerPergelangan kaki27 Oktober 2012
Chelsea
Chelsea
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Frank LampardBetis11 November 2012
Everton
Everton
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Darron GibsonKetegangan otot paha3 November 2012
Marouane FellainiLutut28 Oktober 2012
Fulham
Fulham
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Damien DuffDemam27 Oktober 2012
Bryan RuizKunci paha27 Oktober 2012
Simon DaviesLeherBelum diketahui
Liverpool
Liverpool
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Lucas LeivaPaha26 November 2012
Pepe ReinaHamstring28 Oktober 2012
Fabio BoriniPergelangan kaki13 Januari 2013
Martin KellyLututMaret 2013
Manchester City
Manchester City
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Yaya ToureMemar27 Oktober 2012
David SilvaBetis3 November 2012
Jack RodwellHamstingBelum diketahui
Javi GarciaOtot pahaBelum diketahui
Pablo ZabaletaHamstringBelum diketahui
MaiconEngkelBelum diketahui
Manchester United
Manchester United
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Shinji KagawaLutut cartilage19 November 2012
Andres LindegaardJempol3 November 2012
Nemanja VidicLutut19 November 2012
Phil JonesLutut3 November 2012
Chris SmallingMetatarsal3 November 2012
Newcastle United
Newcastle
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Danny GoslingLututBelum diketahui
Haris VuckicLutut12 Mei 2013
Robby ElliotKunci pahaBelum diketahui
Ryan TaylorLutut13 Maret 2013
Norwich City
Norwich City
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Mark BunnMemarBelum diketahui
Harry KaneMetatarsal10 November 2012
Queens Park Rangers
Queens Park Rangers
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Park Ji-SungLutut27 Oktober 2012
Kieran DyerOtot betisBelum diketahui
FabioHamstringBelum diketahui
Andrew JohnsonLutut3 Maret 2013
Reading
Reading
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Jay TabbMemarBelum diketahui
Jem KaracanLigamen lututBelum diketahui
Noel HuntTumit27 Oktober 2012
Southampton
Southampton
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Frazer RichardsonPaha28 Oktober 2012
Daniel FoxMemar28 Oktober 2012
Jack CorkLutut5 November 2012
Gaston RamirezPaha19 November 2012
Stoke City
Stoke City
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Glenn WhelanHamstring27 Oktober 2012
Sunderland
Sunderland
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Wes BrownBetisBelum diketahui
Titus BramblePaha27 Oktober 2012
Swansea City
Swansea City
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Kyle BartleyOtot paha12 Desember 2012
Neil TaylorEngkel13 Mei 2013
Tottenham
Tottenham
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Michael DawsonDemam28 Oktober 2012
Moussa DembelePaha28 Oktober 2012
Benoit Assou-EkottoLutut3 November 2012
Younes KaboulLutut12 Desember 2012
Scott ParkerAchilles TendinopathyBelum diketahui
West Bromwich
West Bromwich
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Claudio YacobHamstring28 Oktober 2012
Jerome ThomasDemam28 Oktober 2012
Billy JonesLututBelum diketahui
Chris BruntHamstring28 Oktober 2012
Ben MyhillJempolBelum diketahui
Steven ReidHamstring5 November 2012
West Ham United
West Ham United
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Matthew TaylorOtot betisBelum diketahui
Alou DiarraOtot pahaBelum diketahui
Guy DemelPahaBelum diketahui
Ricardo Vaz TeDislokasi bahu13 Januari 2013
Jay O'BrienHamstring27 Oktober 2012
Jack CollisonLututBelum diketahui
Wigan Athletic
Wigan Athletic
NAMA PEMAINJENIS CEDERADIPERKIRAKAN KEMBALI
Ryo MiyaichiKunci paha27 Oktober 2012
Albert CrusatLututBelum diketahui
Antoine AlcarazKunci pahaBelum diketahui

FOKUS: Problema Kuartet Lini Depan Manchester United

Alex Ferguson

Semakin panjang musim berjalan, kurangnya keseimbangan skuat Manchester United semakin tampak.
Seperti pada musim 1998/99, saat meraih tiga gelar sekaligus, tim ini punya kebiasaan bangkit dari ketinggalan (enam kali dari delapan partai liga, dan dua dari tiga laga Liga Champion).

Juga seperti tim 1998/99, Setan Merah punya empat penyerang berkualitas, tetapi tidak seperti tim legendaris itu, belum ada rencana jelas bagaimana memaksimalkan keempat penyerang itu.

Musim ini, Javier Hernandez terlihat lebih cepat dan lebih bertenaga, dan mencetak dua gol untuk memberikan kemenangan lawan Braga, dan seusai pertandingan, Sir Alex bingung, "Ia membuat saya berpikir. Ia, Van Persie, Rooney, dan Welbeck, sejujurnya saya tak tahu bagaimana menggunakan mereka."

Itu belum menyebut sosok Shinji Kagawa dan Tom Cleverley, yang biasa berperan sebagai gelandang menyerang. Meskipun Rooney dan Welbeck bisa bermain di sayap, sementara Cleverley dan Kagawa, yang absen saat bertandang ke Chelsea karena cedera lutut selama tiga atau empat puekan, bisa bermain lebih ke belakang.

United bisa dianggap punya enam pemain untuk dua posisi, yang tak dielakkan membuat keraguan di awal musim kembali mencuat, mengapa menghabiskan £43 juta untuk Van Persie dan Kagawa, tak peduli betapa rendah harga mereka, kalau ada kekurangan di lini lain dalam tim?

Saat lawan Braga, United memasang lini tengah berlian, dengan Darren Fletcher di belakang, Kagawa dan Cleverley di kedua sisi, dan Rooney di puncak. Dengan Hernandez dan Van Persie di depan, itu menciptakan tiga tempat penyerang dan memasukkan dua pemain yang bermain lebih ke belakang, dengan mengorbankan para pemain sayap seperti Antonio Valencia, Nani, dan Ashley Young.

Keputusan mengistirahatkan Ferdinand membuat Michael Carrick bermain sebagai bek tengah. Itu membuat pertahanan United rapuh, terutama di sisi sayap, tetapi mereka punya daya dobrak cukup untuk meraih kemenangan.
PASUKAN DI TENGAH
4-2-3-1 mampu memperkuat permainan di tengah lapangan United, dan membatasi pergerakan trisula kreatif Chelsea

United telah memasang formasi berlian empat kali musim ini, lawan Newcastle di Piala Liga dan Liga Primer, serta menghadapi CFR Cluj dan Braga di Liga Champions, dengan hasil empat kemenangan.

"Tim-tim akan berpikir apakah kami akan memainkan dua pemain sayap atau formasi berlian, karena kami punya pemain-pemain yang mampu melakukan keduanya," kata Sir Alex sebelum partai Braga. "Para pemain seperti Shinji 
Kagawa dan Tom Cleverley bisa bermain sangat bagus dengan formasi berlian. Dan tentu dalam diri Nani, Young, Valencia, saya punya pemain sayap yang bagus pula."

Sir Alex melanjutkan, "Ini sulit, kami sukses bermain dengan formasi berlian. Sejarah klub ini selalu bermain dengan pemain sayap, terutama di Old Trafford, jadi saya harus membuat keputusan."

Lawan Newcastle, yang memainkan umpan lambung lebih banyak dari tim apapun di Liga Primer musim ini, gaya bermain ini sungguh taktis: banjiri bagian tengah, pastikan United tak kewalahan, dan mengandalkan umpan-umpan dalam daerah sempit yang lebih baik dari Newcastle, serta membiarkan Rooney beroperasi antara lini tengah dan pertahanan 4-4-2 Newcastle.

Untuk partai Minggu lawan Chelsea, keputusan makin sulit, karena kekuatan Chelsea musim ini terletak pada trio Eden Hazard, Oscar, dan Juan Mata dalam formasi 4-2-3-1.

Sir Alex mungkin berpikir ia perlu dua pemain untuk membantu lini belakang dan menganggu kelancaran bola, di mana ia mungkin menggunakan 4-2-3-1 (atau mungkin 4-3-3 dengan memainkan Fletcher bersama Carrick dan Paul Scholes, meskipun itu sepertinya mustahil).

Atau opsi lain untuk menghentikan mereka adalah dengan mengontrol penguasaan bola, memperbanyak pemain di bagian tengah permainan, di mana tentu formasi berlian akan menjadi pilihan.

Di sisi pemikiran lain, Chelsea terlihat rapuh di sisi sayap. Kekurangan alami formasi 4-2-3-1 membuat tiga gelandang menyerang tengah sulit mengejar bek sayap lawan, dan bisa membuat bek sayap Chelsea terekspos.

Gol-gol yang dicetak Gervinho dan Pavel Pogrebnyak lawan Chelsea musim ini keduanya datang saat Ashley Cole ditinggal sendirian, dan untuk waktu singkat pada akhir pekan lalu, pemain Tottenham Gylfi Sigurdsson kerap berhadapan satu lawan satu dengan Branislav Ivanovic, yang dimainkan sebagai bek tengah.

Di musim-musim lalu, United jelas akan memanfaatkan kelemahan itu, dengan mengandalakan pemain sayap dalam serangan balik, dan terus menerus mencari kelemahan bek sayap.

Tapi, musim ini United belum menunjukkan kapasitas bertahan dan perebutan bola seperti sebelumnya dan dengan memainkan Nani dan Valencia sekaligus berarti membuat hanya satu dari empat penyerang akan tampil, kecuali memasang Rooney jauh ke belakang.

Sir Alex pun dihadapkan pada dilema taktik klasik: bermain reaktif dengan mempertahankan sisi tengah lapangan (yang berpeluang mengambil kontrol permainan), atau bersikap proaktif dan menyerang dari sayap (yang berarti siap untuk bertahan dan tak memainkan bola). Masalah Ferguson tentang pemain barunya adalah banyak pilihan hanya terletak di satu bagian lapangan.
Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Ryan Giggs Bosan Kecolongan Lebih Dulu

EPL; Ryan Giggs; Manchester United v Wigan Athletic
Pemain veteran Manchester United Ryan Giggs memperingatkan rekan satu timnya untuk tidak terus-terusan mengejar ketertinggalan tiap melakoni pertandingan mereka.

Memang dalam beberapa laga terakhir United harus bangkit dari posisi tertinggal sebelum meraih kemenangan. Bahkan hanya dua kali di sepanjang musim ini United bisa memimpin lebih dulu.

"Hal itu bisa jadi merupakan kekecewaan terbesar kami di tahun ini, yaitu jumlah laga di mana kami berada dalam posisi tertinggal," kata Giggs, Sabtu (27/10).

"Tapi di sisi positifnya, kami selalu bangkit dan bisa memenangi laga."

"Pastinya kami tak bisa terus-terusan sepanjang musim seperti ini. Kami tahu apabila kami bisa clean sheets, maka kami bisa menciptakan peluang di gawang lawan dan memenangi lebih banyak pertandingan ketimbang menuai kekalahan," tandasnya.




Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Roberto Di Matteo Tolak Perang Urat Saraf Dengan Kubu Manchester United

CL - Group E, NORDSJAELLAND-CHELSEA,  Roberto Di MatteoManajer Chelsea Roberto Di Matteo menegaskan dirinya tak tertarik untuk melakukan perang urat saraf dengan kubu Manchester United jelang duel kedua tim di Stamford Bridge besok.

"Jika memang harus, saya akan melakukannya, tapi tak ada gunanya dan kadang semua itu tak harus dipublikasikan," jelas Di Matteo.

Komentar Di Matteo tersebut merupakan bentuk tanggapan atas pertanyaan kesiapan dirinya menghadapi perang psikologi dengan Sir Alex Ferguson, yang memang terkenal suka melakukannya jelang laga-laga penting.

"Hal seperti ini tak berjalan dengan baik tahun lalu, saya rasa demikian. Anda membuatnya di sedikit di luar batas," tuding Di Matteo.

"Sebagai manajer, Anda hanya harus mempersiapkan tim Anda sebaik mungkin dan kemudian pemain harus bermain di lapangan dan menunjukkan performanya."

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Sir Alex Ferguson Ingin Lebih Ngotot Perang Lawan Rasisme

Alex Ferguson
Isu rasisme yang masih menjangkiti sepakbola Inggris mendapat perhatian serius dari Sir Alex Ferguson. Manajer Manchester United itu merasa harus ada tindakan strategis dilakukan untuk mengakhiri isu tersebut.

Ditambahkan Fergie, sapaan akrab Ferguson, otoritas sepakbola juga harus mengambil tindakan tegas mengatasi masalah tersebut.

"Isu rasis terus bergulir. Masalah ini tidak sepenuhnya hilang begitu saja," tandas Fergie.

"Kesadaran yang ada semakin tangguh dan PFS sudah melakukan yang terbaik untuk mendukung aksi tersebut. Tapi FA, UEFA dan FIFA harus bisa melakukan tindakan yang lebih baik, tak diragukan lagi," tegasnya.

Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.

Sir Alex Ferguson Ingin Boyong Ashley Cole

Ashley Cole - Chelsea
Masa depan Cole bersama Chelsea masih belum menentu. Ia dikabarkan akan dilepas pada Januari mendatang, tapi sang pemain masih ingin bertahan sampai akhir musim ini.

Kalau rencana Cole berjalan mulus, maka Chelsea terpaksa harus melepasnya dengan status bebas transfer karena kontrak pemain berusia 31 tahun itu akan berakhir pada musim panas mendatang.

Sejumlah klub sudah mengincar pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu bek kiri terbaik dunia itu. Yang mengejutkan, menurut kabar dari Daily Mail, Manchester United juga tertarik untuk memboyong Cole.

Ferguson memang sudah lama mengagumi permainan Cole. Kalau ia tak kunjung menyetuju tawaran kontrak barunya, maka Ferguson siap memboyong mantan pemain Arsenal itu pada musim panas mendatang.

Cole sendiri tetap menolak tawaran kontrak baru selama satu tahun, tawaran yang diberikan manajemen Chelsea, pada pemain yang berusia di atas 30 tahun.

Keinginan Ferguson bisa saja terwujud, apalagi Cole berteman baik dengan Wayne Rooney. Situasi ini tentunya akan menarik menjelang laga Chelsea melawan United, Minggu (28/10).

Ikuti perkembangan terkini dari bursa transfer dan gosip pemain di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita transfer pemain yang disertai daftar lengkap transfer pemain setiap klub Eropa maupun Indonesia.

Roberto Di Matteo: Kami Akan Ekspos Kelemahan Manchester United

Roberto Di Matteo - Chelsea
Chelsea yang sementara memuncaki klasemen Liga Primer Inggris akan menghadapi United yang menempati peringkat kedua, di Stamford Bridge, Sabtu (28/10).

Di Matteo meyakini timnya mampu mengatasi United yang saat ini tertinggal empat poin dari The Blues. Pelatih asal Italia itu menyoroti lini belakang United yang dinilai sedang bermasalah.

"Ini laga yang besar bagi kedua tim dan termasuk partai klasik. United bukan lawan yang ringan, tapi kami optimis bisa menundukkan mereka, apalagi kami bermain di kandang sendiri sehingga bisa bermain lebih percaya diri dan mendapat dukungan penuh dari suporter kami," ucap Di Matteo pada media.

"Saya rasa kondisi mereka, terutama di lini belakang tidak terlalu bagus. Beberapa pemain belakang mereka sedang cedera dan tidak fit sehingga mereka kerap kebobolan dalam beberapa laga terakhir. Kami akan mengekspos kelemahan tersebut dengan barisan penyerang kami yang agresif."

Pelatih asal Italia itu juga meyakini kekalahan timnya dari Shakhtar Donetsk di Liga Champions tidak akan berdampak buruk, tapi justru akan membuat para pemainnya lebih terpacu untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.



Ikuti perkembangan terkini sepakbola Inggris di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita Liga Primer Inggris lengkap dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Inggris.